
Proses Pengulangan Struktur Kata pada Orang Latah
Oleh : Muttaqin Zaenal
ABSTRAK
Latah ialah sebuah gangguan yang disinyalir Sigmund Freud sebagai manifestasi dari alam pikiran bawah sadar kita yang terpendam. Sebagian besar manusia mengalami gangguan ini. Seseorang yang mempunyai kebiasaan mengulang ucapan orang lain (latah) disebabkan oleh sistem saraf yang secara refleksi membuat rangsangan pada sistem saluran motoris yang memerintahkannya. Orang latah cenderung mengulang kata dari si pemberi pesan. Meskipun orang latah meniru dan meakukan apa yang dikatakan oleh si pemberi pesan. Peneliti melakukan pengamatan terhadap beberapa orang yang ‘mengidap penyakit’ latah. Objek penelitian ini, secara umum peneliti lakukan. Baik laki-laki maupun perempuan. Berdasarkan pengamatan di sekitar kita, latah lebih banyak dialami oleh kaum hawa. Mungkin ini disebabkan karena secara emosional perempuan lebih rentan terhadap stress dibandingkan laki-laki sehingga perempuan juga lebih mudah mengalami trauma. Proses pengulangan kata yang terjadi pada orang latah relatif sedikit, bahkan ini bukan proses pengulangan yang seutuhnya karena pengulangan ini tidak ada makna yang spesifik terhadap respon si pemberi pesan. Barangkali ini hanya proses pengulangan yang tidak sengaja.
Kata kunci : Latah, sengaja dan tidak sengaja, si pemberi pesan, pengulangan kata.
PENDAHULUAN
Kini dunia semakin maju, orang-orang tidak lagi berpikiran mundur. Bahkan sejak lahir, manusia sudah bisa memenuhi kebutuhannya yang bersifat material. Ini berangkat dari pemenuhan kebutuhan yang semakin hari semakin mendesak. Sarana dalam pemenuhan kebutuhan ini pun sangat berpengaruh. Misal, seseorang yang berbelanja akan berbeda dengan sistem bahasa yang digunakan oleh orang yang berdebat. Apalagi jika sistem bahasa dikaitkan dengan kondisi psikologi yang menyertainya. Sistem bahasa ini akan sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhannya. Akan tetapi, masih banyak orang yang salah menempatkan bahasa pada koteks tertentu. Dan ada juga orang yang dengan sengaja atau tidak sengaja melakukan pengulangan ucapan bunyi yang dihasilkan oleh orang lain. Mereka tidak sengaja mengulang kembali apa yang dikatakan orang lain. Yaitu ketika kita melihat dan mendengar atau bahkan mengalami ke-latahan. Kecenderungan mengulang bunyi ini timbul karena spontanitas. Baik disadari maupun tak disadari.
Di Indonesia, gangguan latah berkembang pada suku-suku di Pulau Jawa, Sumatera, dan pedalaman Kalimantan. Sementara itu, di wilayah Asia lainnya, penyakit latah ditemukan antara lain di tengah masyarakat suku Ainu di Jepang dan masyarakat gurun pasir di Gobi. Di Eropa, latah juga ada pada suatu suku di Prancis. Penyakit ini punya dua sisi yang berlawanan. Di satu sisi, latah dianggap sebagai penyakit dan di sisi lain sebagai alat pengantar untuk bisa lebih bergaul, terutama di kalangan anak muda.
Dalam konteks ini, saya akan lebih mengkhususkan pada sistem berbahasa yang tidak sengaja atau spontanitas (Latah). Latah adalah bentuk gangguan kejiwaan berupa meniru ucapan orang lain tanpa sempat berpikir atas ucapan yang ditirunya itu.
Seseorang yang mempunyai kebiasaan mengulang ucapan orang lain (latah) disebabkan oleh sistem saraf yang secara refleksi membuat rangsangan pada sistem saluran motoris yang memerintahkannya. Umumnya timbul karena ada trauma psikologis yang dialami oleh orang tersebut. Trauma psikologis yang dialami seseorang bisa menjelma ke dalam berbagai bentuk seperti phobia, histeris, obsesif-kompulsif, latah, dan sebagainya.
Menurut KBBI edisi ketiga, latah mempunyai arti; Menderita sakit saraf dengan suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain, berkelakuan seperti orang gila, misalnya; karena kehilangan orang yang dicintai, meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan orang atau bangsa lain dan mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh.
Menurut Dr. Rinrin R. Kaltarina, Psi.,M.Si., Latah adalah ucapan atau perbuatan yang terungkap secara tak terkendali setelah terjadinya reaksi kaget. Dan ada empat macam latah :
- Ekolalia: mengulangi perkataan orang lain
- Ekopraksia: meniru gerakan orang lain
- Koprolalia: mengucapkan kata-kata yang dianggap tabu/kotor
- Automatic obedience: melaksanakan perintah secara spontan pada saat terkejut, misalnya; ketika penderita dikejutkan dengan seruan perintah seperti ”sujud” atau ”peluk”, ia akan segera melakukan perintah itu.
Latah adalah ucapan atau perbuatan yang terungkap atau tidak terkendali, pascareaksi kaget (starled reaction). Saat latah muncul yang berkuasa alam bawah sadar (subconcious).
Susunan kepribadian oleh Freud (1856-1939)
Bisa saja sebuah pemikiran akan mendapatkan sebuah ide yang kreatif. Pemikiran jika dihubungkan dengan bahasa akan lebih mendapatkan sebuah output yang memang berguna. Ketika psikologi menjadi sebuah sandaran atau menjadi kepribadian yang utuh, seperti yang dirumuskan oleh Freud (1856-1939), terdiri atas tga sistem yang penting (Id, ego, dan super ego). Dalam diri seseorang, yang mempunyai jiwa yang sehat ketiga sistem ini merupakan satu susunan yang bersatu dan harmonis. Akan menjadi sebuah pengaruh yang bisa menjadi cara untuk memperlakukan bahasa. Pertama, Faal (fungsi) dari id adalah untuk mengusahakan segera tersalurkannya kumpulan-kumpulan energi atau ketegangan yang dicurahkan oleh jasad dalam rangkaian-rangkaian, baik dari dalam maupun dari luar. Dalam bentuk paling mulanya, id adalah suatu alat refleksi yang segera melepaskan melalui saluran-saluran motoris setiap rangsang sensoris yang mengenainya. Misalnya, sinar cahaya yang terang jatuh diatas selaput jala mata, maka kelopak mata akan menutup dan sinar cahaya itu dicegah untuk mencapai selaput mata jala lagi. Kedua, Hubungan timbal balik antara seseorang dengan dunia memerlukan pembentukan suatu sistem rohaniah baru yaitu Ego. Ego adalah pelaksana dari kepribadian, yang mengontrol dan memrintah id dan superego dan memelihara hubungan dengan dunia luar untuk kepentingan seluruh kepribadian dan keperluannya scara luas. Berpikir secara tepat berarti kemampuan untuk sampai pada kebenaran, dalam arti kata bahwa kebenaran itu dianggap sesuatu yang ada. Ketiga, Superego adalah cabang moril atau cabang keadilan dari kepribadian. Ego dibentuk dari id dan superego dibentuk dari ego. Ketiga faktor ini terus-menerus saling mempengaruhi dan berpadu satu sama lain selama penghidupan. Pengaruh timbal balik dan perpaduan itu, demikian juga pertentangan yang timbul antara ketiga sistem itu, merupakan pokok pembicaraan.
Latah ialah Sebuah gangguan yang disinyalir Sigmund Freud sebagai manifestasi dari alam pikiran bawah sadar kita yang terpendam. Dalam konteks ini, saya akan lebih mengkhususkan pada sistem berbahasa yang tidak sengaja atau spontanitas (Latah). Latah adalah bentuk gangguan kejiwaan berupa meniru ucapan orang lain tanpa sempat berpikir atas ucapan yang ditirunya itu. Latah ada yang ringan, sekadar meniru ucapan. Akan tetapi ada juga latah yang berat, yakni meniru ucapan sekaligus melakukan perbuatan yang sesuai dengan isi ucapan orang itu. Misalnya, ia mengatakan “Eh, copot! copot baju” maka ia akan mencopot baju sendiri. Latah dalam konteks yang sesungguhnya ini merupakan sebuah reponsitas dari si penutur terhadap responsitas si petutur (dikagetkan). Dalam penelitian ini saya akan mendeskripsikan terlebih dahulu macam-macam latah, apa yang termasuk ke dalam golongan latah, apa pengaruhnya bagi orang lain, dan bagaimana mengatasinya atau menyembuhkannya.
Pengulangan ucapan (proses pengulangan atau reduplikasi)
Seperti yang kita ketahui, bahwa Latah merupakan perbuatan mengulang ucapan orang lain secara spontan, tanpa bepikir terlebih dahulu. Proses pengulangan ucapan orang lain ini, menurut Prof. Dr. Ramlan, disebut reduplikasi. Proses pengulangan atau reduplikasi ialah pengulangan satuan gramatik, baik seluruhnya maupun sebagiannya, baik dengan variasi fonem maupun tidak. Hasil pengulangan itu disebut kata ulang, sedangkan satuan yang diulang merupakan bentuk ulang.
Berdasarkan cara mengulang bentuk dasarnya, pengulangan dapat digolongkan menjadi empat golongan. Pertama, pengulangan seluruhnya, ialah pengulangan seluruh bentuk dasar, tanpa perubahan fonem dan tidak berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks. Misalnya, sepeda menjadi sepeda-sepeda, buku menjadi buku-buku. Kedua, pengulangan sebagian, ialah pengulangan sebagian dari bentuk dasarnya. Bentuk dasar ini tidak diulang seluruhnya, hampir semua bentuk dasar pengulangan golongan ini berupa bentuk kompleks. Misalnya, membaca-baca, ditarik-tarik, berlari-lari, terbatuk-batuk, berdekat-dekatan, minum-minuman, kedua-dua. Ketiga, pengulangan bentuk yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks. Dalam golongan ini bentuk dasar diulang seluruhnya dan berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, maksudnya pengulangan itu terjadi bersama-sama dengan proses pembubuhan afiks dan bersama-sama pula mendukung satu fungsi. Misalnya, kereta-keretaan yang terbentuk dari bentuk dasar kereta yang diulang dan mendapat afiks-an. Begitu juga dengan kata anak-anakan, rumah-rumahan, kehitam-hitaman, seluas-luasnya terbentuk dengan cara yang sama dengan kereta-keretaan. Keempat, pengulangan dengan perubahan fonem, kata ulang yang pengulangannya temasuk golongan ini sebenarnya sangat sedikit. Misalnya, kata bolak-balik, dibentuk dari bentuk dasar balik yang diulang seluruhnya dengan perubahan fonem, ialah dari /a/ menjadi /o/, dan dari /i/ menjadi /a/. Kata gerak-gerik, terdapat perubahan fonem, dari fonem /a/ menjadi fonem /i/. Kata lauk-pauk, terjadi perubahan fonem kosonan /l/ menjadi fonem konsonan /p/, dan sebagainya.
Rumusan masalah yang melatarbelakngi penelitian ini adalah :
- Deskripsikan apa yang dimaksud Latah, dan jenisnya!
- Bagaimana penyebab dan bagaimana cara menyembuhkan penyakit Latah?
- Bagaimana proses pengulangan struktur kata pada orang Latah?
Tujuan penelitian yang berjudul “Proses Pengulangan Struktur Kata pada Orang Latah” adalah sebagai berikut :
- Mendeskripsikan pemahaman “Apa itu latah?”
- Memberikan informasi mengenai penyebab ke-latahan seseorang
- Memberikan solusi untuk menyembuhkan atau mengurangi ke-latahan seseorang
- Mendeskripsikan proses pengulangan struktur kata pada orang latah?
Metode penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi latah, penyebab, dan cara penyembuhannya, serta kecenderungan ucapan kata yang diulang. Maka dalam penelitian ini, kami menggunakan beberapa pendekatan. Yaitu observasi atau pengamatan, wawancara, dan studi pustaka.
- Observasi
Peneliti melakukan pengamatan terhadap beberapa orang yang ‘mengidap penyakit’ latah. Objek penelitian ini, secara umum peneliti lakukan. Baik laki-laki maupun perempuan. Pengamatan ini berlangsung selama beberapa hari. Yaitu ketika ia berbicara dan berinteraksi dengan orang lain. Apa yang ia lakukan? Dia bergaul seperti biasa. Makan dan minum yang teratur. Tapi ketika ada orang yang dengan sengaja mengagetkannya, misalnya ia dikagetkan oleh orang lain atau sesuatu kejadian yang secara tiba-tiba, ia spontan mengatakan kata-kata jorok. Latah merupakan suatu bentuk gangguan kejiwaan berupa gangguan dalam meniru ucapan orang lain tanpa sempat berpikir atas ucapan yang ditirunya itu. Latah ini bersifat spontan, artinya jika seseorang dikagetkan atau digertak maka seseorang itu akan mengikuti apa yang diucapkan orang yang bersangkutan.
- Wawancara
Setelah pengamatan yang dilakukan peneliti, maka peneliti bertanya atau mewawancarai kepada orang yang dijadikan sebagai objek penelitian. Wawancara ini bersifat santai, artinya wawancara ini dilakukan tidak formal yakni dengan obrolan-obrolan yang ringan. Sehingga tidak menyinggung lawan bicara.
- Studi pustaka
Untuk mendukung penelitan ini, peneliti melakukan studi pustaka atau mencari dan mengambil data dari beberapa buku yang menunjang.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Di bawah ini akan diuraikan beberapa hasil temuan-temuan dari seluruh pengamatan yang dilakukan peneliti terhadap penderita gangguan Latah.
Setelah peneliti melakukan observasi atau pengamatan, dan wawancara. Peneliti berhasil mendapatkan data-data yang relevan dalam penelitian ini. Selama beberapa hari peneliti berhasil mengamati salah seorang yang cenderung berkata Latah, Latah adalah sebuah kondisi yang disebut hyperstartling (kondisi yang muncul secara tiba-tiba) yang umumnya banyak ditemukan di Asia bagian Tenggara yang biasanya ditemukan sebagian besar pada wanita. Orang yang latah mempunyai suatu reaksi terkejut yang menyebabkan mereka lepas kontrol dari perilaku mereka yang asli, dengan meniru suara-suara, cara bicara, dan tindakan-tindakan di sekitar mereka, bahkan hingga mematuhi setiap perintah-perintah yang diarahkan pada mereka. Berdasarkan fakta yang ada, gangguan latah biasanya tumbuh dalam masyarakat terbelakang yang menerapkan budaya otoriter. Teori kuno menyatakan, penderita latah biasanya orang tua, perempuan, berpendidikan rendah, dan berasal kelas ekonomi bawah. Namun, teori itu tak sepenuhnya tepat. Buktinya, kini banyak remaja yang mengidap latah. Penderita latah pria pun ada meski jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan perempuan.
Seseorang yang tidak bisa disebutkan namanya, atau sebut saja dengan Dw (20), ia mengaku menderita latah sejak kecil, ia seringkali mengikuti ucapan orang lain. Ia mengaku tak sadar ketika mengucapkan kata-kata itu. Menurut dia, ini hanya spontanitas. Tidak bisa direkayasa. Tanpa berpikir dulu sebelum mengucapkan. Seringkali teman-temannya mempermainkan dia. Banyak dari mereka yang suka iseng dan ngerjain. Kata yang diucapkannya tergantung dari orang yang mengucapkan. Misalnya, ketika ia menyebrang, lalu ada motor yang lewat dan membunyikan klakson tiiin... secara spontan ia lalu mengatakan “Eh, tin, tin, tin.” Dan bahkan ia latah tergolong berat seperti ketika salah seorang temannya bersin, ia lalu ikut bersin juga. Salah seorang temannya juga, bernama YL (19), mengalami latah juga. Ia masih tergolong ringan yakni hanya mengucapkan saja tidak megikuti perbuatan lawan bicara. Setiap apapun itu yang mengagetkan dia, ia sering mengucapkan “Eh, Mah.” Kedua orang ini memliki sifat yang sama, yakni pendiam.
Latah cenderung pada kaum perempuan
Belum ada penelitian tentang perbandingan jumlah penderita latah antara perempuan dan laki-laki. Tapi berdasarkan pengamatan sekilas apa yang terjadi di sekitar kita, latah lebih banyak dialami oleh kaum hawa. Mungkin ini disebabkan karena secara emosional perempuan lebih rentan terhadap stress dibandingkan laki-laki sehingga perempuan juga lebih mudah mengalami trauma. Sebut saja kalangan seleb, mulai Viona Rosalia sampai Mpok Atik, pada demen latah.
Tidak ada perbedaan antara latahnya perempuan dengan latahnya laki-laki. Mungkin bedanya hanya dari ucapan yang sering dikeluarkannya. Kalau perempuan cenderung mengucapkan sesuatu yang berbau porno atau lucu, sedangkan laki-laki cenderung mengucapkan kata-kata yang bersifat kasar seperti (maaf) ‘eh mampus’ dsb.
Di masyarakat seringkali ada pandangan kalau perempuan yang latah itu sah-sah saja. Kesannya kalau laki-laki itu latah maka dia tidak macho, enggak jantan, orangnya lemah lembut, mudah nangis, dsb. Ini karena orang mengidentikkan orang yang latah sebagai orang yang tidak punya pendirian karena sering ikut-ikutan ucapan orang.
Memang tidak bisa dimungkiri, kalangan laki-laki yang latah ini kebanyakan banci. Maksudnya, kelompok banci memang paling sering latah. Tapi bukan berarti kalau dia bencong otomatis pasti latah, atau kalau laki-laki latah berarti dia bencong. Biasanya ini muncul karena sejak kecil mengalami tekanan batin dan sering menerima perlakuan yang menyakitkan hatinya atau menimbulkan trauma. Ketika latah itu muncul disertai dengan gaya seorang bencong justru menimbulkan kelucuan bagi orang sekitarnya. Akibatnya latahnya bencong jadi ngetren di kalangan masyarakat.
Proses pengulangan struktur kata pada orang latah
Banyak orang yang mengalami gangguan latah, dan orang ini cenderung mengatakan kata-kata yang cukup singkat. Artinya, ia hanya mengatakan beberapa kata. Tidak sampai pada kalimat yang tatarannya luas. Misalnya, “Eh copot” dalam tataran morfologi, ini terdiri dari dua morfem, yakni morfem {eh} dan morfem {copot}.
Orang latah ini hanya mengulang kata dari si pemberi pesan. Dia tidak dapat mengatakan sesuatu tanpa berpikir untuk mengatakannya, tanpa sadar. Seperti yang dialami oleh DW, ketika salah satu temannya bilang jatuh, ia lalu berkata “Eh, jatuh-jatuh.” Dan ketika temannya bersin, ia lalu bersin. Proses pengulangan kata ini tergolong pengulangan seluruhnya, yakni pengulangan seluruh bentuk dasar, tanpa perubahan fonem dan tidak berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, seperti kata jatuh-jatuh, kata ini mengandung makna sesuatu perpindahan atau sesuatu yang terlempar ke bawah. Pada kasus ini, kata ini berasal dari pengucapan awal oleh seorang pemberi pesan. Sebenarnya tidak ada korelasi dari si pemberi pesan. Dia mengucapkan kata yang memang ada dibenaknya (DW), tanpa tahu makna dari kata itu.
Proses pengulangan yang terjadi relatif sedikit, bahkan ini bukan proses pengulangan yang seutuhnya karena pengulangan ini tidak ada makna yang spesifik terhadap respon si pemberi pesan. Barangkali ini hanya proses pengulangan yang tidak sengaja. Lalu dimanakah yang disebut sebagai pengulangan yang terjadi terhadap orang latah ini. Ini hanya merupakan bentuk pengulangan kata dari orang latah tersebut, tanpa makna yang sesungguhnya terkandung dalam pengulangan itu.
Barangkali sebuah analogi yang menggambarkan bahwa orang normal tidak lagi disebut sebagai orang yang sempurna. Orang latah merupakan orang normal juga. Baik latah yang disengaja maupun latah yang tidak disengaja. Mereka adalah orang yang mempunyai kelebihan dalam menggunakan tindak tutur berbahasa. Orang latah cenderung berkata tergantung dari orang yang mengucapkan pertama kali kata itu. Jadi, orang latah begitu mudah mengatakan sesuatu karena tanpa berpikir terlebih dahulu. Tataran
Penyebab timbulnya latah
Penyebab utama latah adalah kecemasan atau tertekan gara-gara stres. Setelah peneliti melakukan prosedur penelitian maka dapat kita simpulkan penyebab timbulnya gangguan latah, yaitu :
- Pemberontakan. Dalam kondisi latah, seseorang bisa mengucapkan hal-hal yang dilarang tanpa merasa bersalah. Gejala ini semacam gangguan tingkah laku. Lebih ke arah obsesif karena ada dorongan yang tidak terkendali untuk mengatakan atau melakukan sesuatu.
- Kecemasan. Gejala latah muncul karena yang bersangkutan memiliki kecemasan terhadap sesuatu tanpa ia sadari. Rata-rata, dalam kehidupan pengidap latah selalu terdapat tokoh otoriter, entah ayah atau ibu. Bisa jadi, latah merupakan jalan pemberontakannya terhadap dominan orang tua yang sangat menekan. Walau demikian tokoh otoriter tidak harus berasal dari lingkungan keluarga.
- Pengondisian. Inilah yang disebut latah gara-gara ketularan. Seseorang mengidap latah karena dikondisikan oleh lingkungannya, misalnya gara-gara latah, seseorang merasa diperhatikan dan diperhatikan oleh lingkungan. Dengan begitu, latah juga merupakan upaya mencari perhatian. Latah semacam ini disebut ”latah gaul”.
Cara menyembuhkan orang latah
Menurut seorang ahli psikiater, untuk dapat menyembuhkan seeseorang yang mengalami gangguan latah, ada beberapa taknik atau metode :
Pertama, dengan teknik EFT (Emotional Freedom Teknik) atau teknik pembebasan emosi, dimana kita tanpa harus minum obat, tanpa dengan alat, hanya dengan terapi ini. Dengan teknik ini penyakit dari yang ringan sampai berat pun bisa disembuhkan. Ilmu ini berasal dari Amerika dan sudah terbukti jutaan orang dan baru dikenal di Indonesia kurang lebih setahun oleh Holistic Institute.
Kedua, Syarat munculnya latah adalah adanya keterkejutan. Untuk mengurangi dan menyembuhkan latah, ia harus bisa menemukan ketenangan hidup. Misalnya, keluar dari rumah kalau orang tuanya kerap melakukan tekanan atau berganti bidang pekerjaan jika pekerjaannya itu membuatnya stres. Untuk menyembuhkan si latah, lingkungan memang harus berempati. Ada penderita latah yang sembuh sendiri setelah berkeluarga dan hidup tenang. Selebihnya, penderita dianjurkan melakukan latihan relaksasi, meditasi, dan konsentrasi secara rutin. Kegiatan ini akan membantu penderita menuju kesembuhan. Dan, sering-seringlah melakukan aktivitas menyenangkan yang tidak membuat stres (Dr. Rinrin R. Khaltarina, Psi., M.Si.). Terapi puasa cukup populer di Eropa maupun AS. Kabar gembira lain, hasil riset terakhir membuktikan puasa yang dijalankan secata tepat dan benar, bisa berfungsi sebagai terapi bagi penderita latah. Ini bersumber kepada fakta bakti bahwa pausa dapat membuat seseorang lebih mampu menguasai dan mengendalikan diri.
LAMPIRAN
Salah satu metode yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah wawancara. Berikut instrumen wawancaranya.
Proses Pengulangan Struktur Kata pada Orang Latah
Nama :
Tempat, tanggal, lahir :
Alamat :
Pendidikan terakhir :
Pertanyaan –pertanyaan :
- Apakah anda termasuk orang yang mengulang ucapan orang lain atau anda termasuk orang yang mempunyai ganguan latah?
- Sudah berapa lama anda mengalami gangguan ini?
- Kecenderungan kata apa yang sering muncul dalam ucapan anda?
- Menurut anda, proses pengulangan kata ini konsisten atau tidak?
- Kata yang diulang termasuk kata yang sering anda gunakan atau kata yang belum pernah anda gunakan sebelumnya?
- Kata yang sering anda ulang termasuk jenis kata apa?
- Anda tahu penyebab gangguan latah ini?
- Menurut anda, latah penyakit atau kebiasaan?
- Apa dampak yang timbul dari segi psikologis, dan sosial anda? Apakah anda merasa minder atau merasa dijauhi oleh teman anda?
- Bagaimana sikap anda jika teman anda meledek atau menjauhi anda?
REKOMENDASI
Setelah peneliti melakukan pengamatan, wawancara terhadap orang yang mengalami gangguan latah, maka peneliti mengajukan beberapa ajuan atau rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.
- Penelitian ini bersifat kualitatif, maka untuk penelitian selanjutnya harus ada data-data yang sanagt relevan dalam peneltian.
- Masih kurangnya literatur yang menunjang penelitian.
- Masih bersifat spontanitas, sehinngga perlu adanya konsep-konsep yang matang dalam peneltiian selanjutnya.
REFERENSI
Call, S. Calvin. 1960. Sigmund Freud Pengantar ke Dalam Ilmu Djiwa S. Freud. Pustaka Sardjana : Djakarta
Ramlan, Prof. Dr. M. 1997. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. C. V. Karyono : Yogyakarta
http://www.pikiran-rakyat.com/
from http://www.pikiran-rakyat.com/
from http://www.pikiran-rakyat.com/
from http://kafka.web.id/depan_130.
from http://andalasdejava.
from http://blog.dakota23.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar